RAGAM BAHASA – Upaya pencarian terhadap Tobi Efendi (12), wisatawan asal Bogor yang hilang akibat terseret arus di kawasan Muara Sungai Pasir Putih Cipanarikan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, masih terus dilakukan.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Senin (22/6/2026), tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga sekitar 9 nautical mile dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Tobi sebelumnya diketahui tenggelam bersama ayahnya, Ahmad Efendi (36), saat berenang di kawasan muara pada Jumat sore (19/6/2026). Dalam insiden tersebut, Ahmad lebih dulu ditemukan tim pencari pada Sabtu (20/6/2026) dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian. Sementara keberadaan Tobi hingga kini masih belum diketahui.

Dalam operasi pencarian hari ketiga, tim gabungan menerapkan strategi penyisiran dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Langkah ini dilakukan agar proses pencarian dapat menjangkau area yang lebih luas, baik di darat, laut, maupun pemantauan dari udara.

Komandan Regu Basarnas, Restu Mandala, menjelaskan bahwa salah satu SRU difokuskan melakukan pencarian di wilayah perairan menggunakan rubber boat. Selain itu, tim juga mengerahkan drone untuk membantu pemantauan dari udara, terutama dalam membaca kemungkinan pergerakan korban yang dipengaruhi arus laut.

“Pencarian dibagi ke dalam tiga SRU. Untuk SRU pertama melakukan penyisiran di perairan menggunakan perahu karet. Kami juga memanfaatkan drone agar area pantauan lebih luas, dengan tetap memperhitungkan kondisi arus dan situasi di lapangan,” kata Restu.

Menurutnya, keputusan memperluas radius pencarian dilakukan setelah tim melakukan evaluasi terhadap kondisi perairan serta pola arus laut di sekitar lokasi kejadian. Arus yang cukup kuat diduga berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal tenggelam.

Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, Pos TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), petugas Konservasi Penyu Pangumbahan, Satpol PP, Polairud, BPBD melalui P2BK, Karang Taruna, hingga Barawista.

Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memaksimalkan pencarian, sembari menyesuaikan strategi dengan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang di lokasi. Tim gabungan berharap perluasan area penyisiran pada hari ketiga ini dapat segera membuahkan hasil dan korban bisa ditemukan.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap Tobi Efendi masih terus berlangsung.

(EGOL)