RAGAM BAHASA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah pesisir timur Pulau Honshu, Jepang, Kamis (25/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami yang berdampak ke wilayah Indonesia.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa terjadi pada pukul 05.30 WIB. Episenter gempa terletak di koordinat 40,23 derajat Lintang Utara dan 142,09 derajat Bujur Timur, atau berada sekitar 27 kilometer di timur Kota Kuji, Jepang, pada kedalaman 118 kilometer.

“Gempa bumi ini memiliki magnitudo 6,8 dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 118 kilometer,” kata Wijayanto dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut termasuk kategori gempa menengah jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Sumber gempa diperkirakan berasal dari aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik.

BMKG juga mengungkapkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh sesar naik atau thrust fault.

Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, BMKG menegaskan gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami yang dapat berdampak ke wilayah Indonesia.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Seiring dengan informasi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Informasi terkait perkembangan gempa bumi dan potensi tsunami dapat diakses melalui situs resmi BMKG, akun media sosial resmi, kanal Telegram, serta aplikasi Info BMKG.

(EGOL)