RAGAM BAHASA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Selasa (30/6/2026), sedikitnya 1.943 orang dilaporkan tewas, sementara proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan di berbagai wilayah yang terdampak paling parah.
Selain korban jiwa, ribuan warga dilaporkan mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal akibat banyaknya bangunan yang runtuh. Tim penyelamat bersama aparat pemerintah dan relawan masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga tertimbun puing-puing bangunan.
Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Venezuela, Gianluca Rampolla, mengatakan kebutuhan bantuan darurat terus meningkat seiring bertambahnya jumlah korban dan luasnya wilayah yang terdampak bencana.
“Kami bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai organisasi kemanusiaan untuk memastikan bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat penampungan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rampolla.
Sementara itu, Presiden Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kate Forbes, menyatakan organisasinya telah mengerahkan tim tanggap darurat guna membantu proses evakuasi dan pelayanan medis bagi para penyintas.
“Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa, memberikan layanan kesehatan darurat, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” kata Forbes.
Pemerintah Venezuela mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hingga kini, operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan harapan masih ada korban yang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
(FIKRI)
