Sukabumi – Memasuki awal musim kemarau, kondisi jaringan irigasi Situ Sukarame di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, masih mampu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Meski demikian, pemerintah desa berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi terus melanjutkan revitalisasi sejumlah saluran irigasi agar pasokan air tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan pangan.

Harapan tersebut disampaikan sejumlah kepala desa saat menghadiri kegiatan Pelatihan Penguatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Mitra Cai yang diselenggarakan DPU Kabupaten Sukabumi di Situ Sukarame, Kecamatan Parakansalak.

Kepala Desa Parakansalak, Rini Mulyani, mengatakan hingga saat ini jaringan irigasi Situ Sukarame masih berfungsi dengan baik dan menjadi sumber pengairan bagi areal persawahan di Desa Parakansalak, Bojongasih, dan Lebaksari.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan jaringan irigasi yang mengalami kekeringan. Namun masih ada beberapa saluran yang perlu direvitalisasi, terutama di wilayah RW 2 dan RW 4. Usulan tersebut sudah kami masukkan dalam RKPDes,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Bojongasih, Heri Suheri, menyampaikan bahwa aliran irigasi menuju wilayahnya masih berjalan normal. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan DPU Kabupaten Sukabumi terus diperkuat agar pengelolaan irigasi tetap optimal dalam menghadapi musim kemarau.

“Aliran irigasi masih bagus dan belum ada laporan kerusakan. Kami berharap sinergi dengan DPU terus ditingkatkan untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah kami,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, memastikan pihaknya telah menampung usulan revitalisasi jaringan irigasi dan akan melakukan survei lapangan untuk menentukan skala prioritas penanganan sesuai kemampuan anggaran daerah.

Menurutnya, selain pembangunan fisik, DPU juga terus mendorong penguatan peran P3A dan GP3A Mitra Cai dalam pengelolaan air secara partisipatif sebagai langkah menghadapi musim kemarau dan menjaga keberlanjutan sistem irigasi.

“Kami telah menerima usulan tersebut dan akan menentukan prioritas penanganan sesuai kondisi di lapangan serta kemampuan anggaran. Di samping itu, penguatan manajemen air dan gotong royong melalui P3A Mitra Cai menjadi langkah penting menghadapi musim kemarau,” ujar Yadi Supriyadi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok Mitra Cai, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi terus berupaya menjaga keandalan jaringan irigasi sebagai salah satu penopang utama produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.