RAGAM BAHASA – Memasuki awal musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan insiden kebakaran terjadi sepanjang Juni hingga awal Juli 2026, sehingga mendorong pemerintah daerah meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan kondisi cuaca yang lebih kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman, lahan, maupun bangunan usaha.
“Musim kemarau membuat vegetasi dan lingkungan menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Adam dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).
BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran. Selain itu, petugas juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak membakar sampah sembarangan, serta menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi yang memiliki risiko tinggi.
Menurut Adam, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kebakaran selama musim kemarau. Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin dan mencegah api meluas.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengingatkan seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca panas yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, sehingga risiko kebakaran diprediksi tetap tinggi apabila langkah-langkah pencegahan tidak dilakukan secara disiplin.
(FIKRI)
