RAGAM BAHASA – Ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas terjadi di Kampung Pulo Kapuk, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut menyebabkan enam orang dalam satu keluarga menjadi korban.
Dua korban, yakni Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi.
Kapolsek Cikarang Utara mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut. Dugaan awal, ledakan terjadi akibat adanya kebocoran gas saat aktivitas memasak di rumah korban.
“Petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui sumber ledakan dan memastikan penyebabnya,” ujar Kapolsek Cikarang Utara.
Menurut keterangan yang dihimpun petugas, kejadian bermula ketika Enah, ibu dari Deni, sedang memasak sekaligus menghangatkan nasi. Saat aktivitas tersebut berlangsung, diduga terjadi kebocoran gas yang kemudian memicu ledakan.
Ledakan tersebut mengakibatkan sejumlah anggota keluarga mengalami luka-luka. Enam korban kemudian mendapatkan penanganan medis, namun kondisi Deni dan Raihan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Petugas kepolisian bersama tim terkait telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan warga sekitar.
Polisi juga masih mendalami kondisi instalasi gas dan peralatan yang digunakan di dapur untuk memastikan apakah kebocoran gas menjadi penyebab utama ledakan.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi. Untuk penyebab pastinya menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, keluarga korban masih berada di sekitar lokasi kejadian. Warga setempat turut membantu proses penanganan setelah ledakan terjadi.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar, mengingat ledakan terjadi di kawasan permukiman dan menyebabkan satu keluarga menjadi korban.
(FIKRI)
