SUKABUMI – Seperempat abad berkarier di industri musik Indonesia bukan perjalanan singkat. Di tengah perubahan zaman dan pergeseran selera musik, grup band Radja mampu mempertahankan eksistensinya hingga memasuki usia 25 tahun berkarya.

Momentum tersebut dirayakan melalui rangkaian Broken Versus Music Experience Festival, sebuah roadshow musik yang digelar di sejumlah kota di Indonesia. Kota Sukabumi menjadi salah satu kota pertama yang disambangi dalam rangkaian festival tersebut.

Ribuan penonton memadati Stadion Suryakencana, Kota Sukabumi, Minggu (13/9/2026), untuk menyaksikan langsung penampilan Radja sekaligus bernostalgia dengan deretan lagu yang telah menemani perjalanan musik mereka selama bertahun-tahun.

 

Kehadiran Radja menjadi salah satu magnet utama festival. Ketika Ian Kasela dan Moldy bersama personel lainnya naik ke atas panggung, suasana stadion berubah menjadi arena karaoke massal. Penonton turut bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang telah melekat di ingatan publik.

Radja yang dibentuk pada 2001 telah melewati berbagai fase industri musik, mulai dari era kaset dan CD hingga perkembangan platform digital dan layanan streaming.

Sejumlah lagu seperti “Jujur”, “Cinderella”, “Benci Bilang Cinta”, dan “Tulus” masih mendapat tempat di hati pendengar, termasuk generasi yang mengenal karya-karya tersebut melalui berbagai platform digital.

Di balik perjalanan panjang tersebut, menjaga kekompakan dan kesamaan visi menjadi salah satu kunci Radja mampu bertahan selama 25 tahun.

Vokalis Radja, Ian Kasela, mengatakan konsistensi tidak dapat dilepaskan dari kesamaan visi dan misi dalam bermusik. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan antarpersonel juga menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan grup.

“Yang paling penting konsisten dalam menjaga kesamaan visi dan misi dalam bermusik, menjaga kebersamaan dengan komunikasi yang baik dan efektif, baik dengan anggota band maupun dengan penggemar musik di Tanah Air,” kata Ian Kasela saat konferensi pers menjelang Broken Versus Festival di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sabtu (12/9/2026).

Konsep Broken Versus Music Experience Festival sendiri dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai generasi penikmat musik. Perjalanan 25 tahun Radja menjadi bagian dari upaya mempertemukan memori musik era 2000-an dengan warna dan energi musik generasi saat ini.

 

Penampilan Radja di Sukabumi menunjukkan bahwa karya yang lahir lebih dari dua dekade lalu masih memiliki daya tarik kuat. Koor penonton yang terdengar sepanjang penampilan menjadi salah satu bukti bahwa lagu-lagu mereka masih hidup di tengah perubahan zaman.

Bagi Radja, perjalanan 25 tahun bukan sekadar angka. Momentum tersebut menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk melanjutkan perjalanan bermusik dan menjaga karya mereka tetap relevan bagi pendengar lintas generasi.

Rangkaian Broken Versus Music Experience Festival pun diharapkan menjadi bagian dari babak baru perjalanan Radja dalam mempertahankan eksistensi dan memperluas koneksi dengan para penikmat musik di berbagai daerah di Indonesia.