RAGAM BAHASA – Rumah milik seorang janda lansia di Kampung Warudoyong, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter tersebut dihuni Masriah (60). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena saat bangunan ambruk, Masriah sedang berada di rumah anaknya yang masih berada di kampung yang sama.
Pjs Kepala Desa Sukatani, Rimbayana, mengatakan bangunan rumah tersebut sudah cukup tua. Material pada bagian atap juga diketahui telah mengalami pelapukan.
“Bangunan tiba-tiba ambruk sekitar pukul 05.00 WIB. Kondisi material bangunan pada bagian atap memang sudah mengalami pelapukan dan diduga juga berkaitan dengan kondisi pascagempa,” ujar Rimbayana, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, guncangan gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi pada Sabtu (12/9/2026) turut menjadi perhatian dalam pengecekan kondisi rumah. Namun, bangunan yang sudah tua dan lapuk diduga menjadi faktor utama ambruknya rumah tersebut.
Setelah kejadian, Masriah untuk sementara dievakuasi dan tinggal di rumah kerabat. Warga bersama sejumlah unsur terkait juga membantu mengevakuasi barang-barang miliknya serta material bangunan.
Penanganan di lokasi melibatkan pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, Satpol PP, dan relawan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Pemerintah Desa Sukatani mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang sudah mengalami kerusakan atau pelapukan. Warga diminta segera melaporkan kondisi bangunan yang dinilai membahayakan untuk mencegah kejadian serupa.
(NOVAL)
