Sukabumi – Dinas Pendidikan (Disdik) Sukabumi terus berusaha meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan melalui berbagai kegiatan pelatihan yang didanai dari beberapa sumber anggaran.

Kepala Dinas Pendidikan Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru tidak bergantung pada satu sumber dana saja. Ia menyebutkan ada beberapa skema anggaran yang digunakan untuk mendukung pengembangan kapasitas pendidik.

“Sebenarnya ada beberapa sumber dana untuk meningkatkan kompetensi guru. Ada yang berasal dari APBD melalui kegiatan yang dijalankan pemerintah daerah, lalu ada juga pelatihan dari pemerintah pusat,” ujar Deden Senin (2/2/2026).

Selain itu, peningkatan kemampuan guru juga didukung oleh penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana ini, menurut Deden, bisa dialokasikan untuk kegiatan pelatihan dan perbaikan kualitas guru di sekolah.

Tak hanya itu, guru yang mendapat Tunjangan Profesi Guru (TPG) juga diwajibkan mengalokasikan sebagian tunjangan tersebut untuk pengembangan kompetensi pribadi.

“TPG itu bukan cuma untuk kesejahteraan, tapi juga diatur ada bagian dana untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru sendiri,” jelasnya.

Deden menambahkan, bentuk peningkatan kompetensi ini dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti pendidikan dan pelatihan (diklat), lokakarya, serta program penguatan kapasitas lainnya, baik yang diselenggarakan oleh pusat maupun daerah.

Dampak yang diinginkan dari upaya ini adalah perbaikan mutu pendidikan, terutama di Sukabumi, serta mendukung tujuan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Yang utama tentu saja peningkatan kualitas pendidikan. Ini juga bagian dari persiapan kita menyambut Indonesia Emas 2045,” tutupnya.