Sukabumi – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital sebagai strategi mendorong daya saing daerah hingga tingkat global pada 2030.

Langkah tersebut ditandai dengan konsolidasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi yang digelar di Gedung Negara Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pengembangan ekonomi kreatif untuk periode 2026–2030.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif harus didukung peningkatan kapasitas digital para pelaku usaha serta kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, ide kreatif tidak cukup hanya berhenti pada konsep, tetapi harus mampu diubah menjadi nilai ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan literasi digital dan jejaring kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Dalam pengembangannya, Dispar Sukabumi bersama Komite Ekraf juga mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya optimalisasi pemasaran digital bagi UMKM kreatif, penguatan branding produk lokal di pasar nasional dan global, integrasi data promosi berbasis teknologi, serta pengembangan monetisasi konten kreatif di platform digital.

Selain itu, pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, fotografi, film, animasi hingga aplikasi digital dipandang sebagai potensi baru yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga mendorong integrasi antara sektor pariwisata dengan produk ekonomi kreatif. Melalui pendekatan ini, destinasi wisata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman kreatif seperti produk budaya, kuliner khas, hingga konten digital yang mempromosikan identitas daerah.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain penyusunan roadmap ekonomi kreatif 2026–2030, peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis digital, penguatan promosi terintegrasi, serta pengembangan kemitraan lintas sektor.

Ali Iskandar menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.

“Ketika seluruh pihak bergerak bersama, ekonomi kreatif dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui transformasi digital tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berharap produk kreatif lokal mampu memiliki identitas yang kuat, memanfaatkan platform digital sebagai etalase global, serta meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.