Sukabumi – Penguatan karakter generasi muda serta pelestarian nilai budaya menjadi alasan utama Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menjadikan Muhibah Ramadan Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 sebagai momentum strategis pembangunan nonfisik daerah.
Kegiatan yang digelar di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), Selasa (24/2/2026), tersebut dinilai tidak sekadar agenda keagamaan, tetapi juga ruang memperkuat peran pemuda, budaya, dan olahraga dalam mendukung visi Sukabumi Mubarakah.
Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, melainkan juga pada pelestarian budaya, pembinaan kepemudaan, serta pengembangan olahraga.
“Pemuda adalah energi perubahan. Melalui pembinaan kepemudaan, pengembangan olahraga, dan pelestarian budaya lokal, kami ingin membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Yudi, Disbudpora terus menggulirkan program pembinaan organisasi kepemudaan, peningkatan prestasi olahraga, serta penguatan event budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Ia menambahkan, Muhibah Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat nilai kebersamaan sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan dan budaya.
“Kami ingin nilai religius, budaya, dan semangat sportivitas berjalan seiring dalam membangun Sukabumi yang maju dan berkah,” pungkasnya.
Disbudpora optimistis, melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan masyarakat, sektor kepemudaan, kebudayaan, dan olahraga dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
