RAGAM BAHASA– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Taman Bendera Pusaka di kawasan Jakarta Selatan. Peresmian dilakukan langsung oleh Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Taman ini merupakan hasil integrasi dari tiga ruang terbuka hijau, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat, dengan total luas mencapai 5,6 hektare.
Terinspirasi Filosofi Merah Putih
Pramono menjelaskan, konsep taman ini terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Kawasan dibagi menjadi dua zona utama, yaitu zona merah yang aktif dan dinamis, serta zona putih yang tenang dan reflektif.
Kedua zona tersebut dihubungkan oleh jalur pedestrian, jembatan, hingga terowongan bawah tanah yang memudahkan pengunjung menjelajahi seluruh area taman.
Fasilitas Lengkap untuk Publik
Taman Bendera Pusaka dilengkapi berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi. Mulai dari jogging track sepanjang 1,2 kilometer, lapangan padel, hingga lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis.
Selain itu, tersedia juga amphitheater yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas maupun pertunjukan seni.
Dari sisi lingkungan, taman ini memiliki sekitar 285 pohon dari 12 jenis tanaman, termasuk pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi.
Patung Fatmawati Jadi Ikon
Salah satu daya tarik utama taman ini adalah patung Fatmawati, sosok yang dikenal sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih.
Patung tersebut dibuat oleh Teguh Ostenrik, sementara desain arsitektur kawasan dirancang oleh Yori Antar.
Buka 24 Jam dan Ramah Transportasi Publik
Taman ini dibuka selama 24 jam dan dilengkapi CCTV untuk menjamin keamanan pengunjung. Menariknya, pembangunan taman ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi publik saat berkunjung, mengingat lokasi taman yang dekat dengan kawasan Blok M.
“Jika semua datang dengan kendaraan pribadi, kapasitas parkir tidak akan mencukupi,” ujar Pramono.
Diharapkan Jadi Ruang Interaksi Warga
Kehadiran Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ruang publik baru bagi warga Jakarta, tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan aktivitas komunitas.
Dengan konsep modern, fasilitas lengkap, dan nilai historis yang kuat, taman ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon ruang terbuka hijau di ibu kota.
(NAUVAL)
