SUKABUMI — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan. Sebanyak 170 pelajar terbaik dari berbagai kecamatan resmi menerima beasiswa Bupati Sukabumi tahun 2026 untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis di Universitas Nusa Putra.

Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Asep Japar di lingkungan kampus, Selasa (7/4/2026). Jumlah penerima tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 150 orang, menandakan perluasan akses pendidikan bagi generasi muda di daerah.

Dalam sambutannya, Asep Japar menegaskan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan daerah. Menurutnya, investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kami ingin memastikan anak-anak terbaik Sukabumi mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa program ini akan terus berlanjut melalui kerja sama berkelanjutan dengan Universitas Nusa Putra. Pemerintah daerah, kata dia, ingin menghadirkan kesempatan yang setara bagi putra-putri daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Namun di balik peluang tersebut, terselip pesan moral yang kuat. Para penerima beasiswa diingatkan bahwa bantuan yang mereka terima merupakan amanah dari masyarakat. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kelak, ilmu yang didapat harus kembali untuk membangun Sukabumi,” tegasnya.

Di antara ratusan penerima, sosok Khanza Kineta Putri Andrian menjadi perhatian. Pelajar asal Kecamatan Cicantayan, lulusan SMKN 1 Cibadak itu, tercatat sebagai peraih nilai tertinggi dalam seleksi tahun ini dan melanjutkan studi di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dengan nada haru, Khanza mengaku pencapaiannya tidak lepas dari peran para guru yang selama ini membimbingnya.

“Ini bukan hanya tentang saya. Tanpa dukungan dan bimbingan guru, saya tidak mungkin sampai di titik ini,” ungkapnya.

Program beasiswa bupati ini, pada akhirnya, tidak hanya melahirkan mahasiswa baru, tetapi juga harapan baru. Harapan bahwa dari ruang-ruang kelas perguruan tinggi, akan lahir generasi yang kembali pulang membawa perubahan—membangun Sukabumi dengan ilmu, integritas, dan kepedulian.