Sukabumi – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kecurangan pedagang ikan yang sempat viral di kawasan wisata Palabuhanratu. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mempertahankan citra destinasi unggulan daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas utama, termasuk dalam aktivitas transaksi pembelian produk lokal.

Ia menjelaskan, pengalaman wisata tidak hanya sebatas menikmati keindahan alam, tetapi juga mencakup interaksi ekonomi seperti membeli hasil laut. Oleh karena itu, praktik jual beli yang jujur dan transparan harus diterapkan oleh seluruh pelaku usaha di kawasan wisata.

Permasalahan ini dibahas dalam rapat lintas sektor yang digelar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. Dalam pertemuan tersebut, terungkap adanya indikasi penyusutan berat ikan yang tidak wajar dan berpotensi merugikan wisatawan.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pariwisata bersama instansi terkait dan para pedagang sepakat untuk melakukan pembenahan sistem transaksi. Penataan ulang mekanisme jual beli serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama guna mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, edukasi kepada wisatawan juga akan ditingkatkan agar lebih teliti dan waspada saat bertransaksi, sehingga dapat meminimalisir potensi kerugian.

Upaya cepat yang dilakukan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan Palabuhanratu tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung.