Sukabumi Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengakui masih menghadapi kendala dalam memperbaiki akses jalan menuju sejumlah objek wisata di wilayah utara. Permasalahan tersebut tidak hanya disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi juga terganjal aturan birokrasi terkait status kepemilikan jalan.
Kondisi ini berdampak pada akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Gede Pangrango yang kerap menjadi tujuan wisatawan. Jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer menuju lokasi wisata dilaporkan mengalami kerusakan dengan banyak lubang, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung.
Keluhan mengenai kondisi jalan tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak wisatawan mengungkapkan ketidaknyamanan akibat permukaan jalan yang tidak rata saat menuju lokasi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui adanya ketidakseimbangan antara potensi keindahan alam yang dimiliki dengan fasilitas penunjang yang belum optimal.
Menurutnya, destinasi seperti Pondok Halimun memiliki daya tarik alam yang tinggi dengan suasana sejuk dan nyaman, serta menawarkan pengalaman wisata alam seperti bermain air di sungai dan bersantai di ruang terbuka hijau.
Namun, ia menegaskan bahwa aksesibilitas menjadi faktor penting dalam menunjang pengalaman wisata. Jika akses jalan tidak memadai, maka potensi wisata yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ali menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan. Namun, langkah tersebut masih terkendala oleh aturan terkait kewenangan dan status kepemilikan jalan, sehingga membutuhkan koordinasi lintas pihak untuk penyelesaiannya.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat segera menemukan solusi agar akses menuju destinasi wisata di wilayah utara Sukabumi dapat diperbaiki, sehingga kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata daerah tetap terjaga.
