RAGAM BAHASA – Aksi spontan dilakukan warga di wilayah Lengkong, Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (26/4/2026) malam. Mereka menghentikan laju sejumlah truk bermuatan besar yang melintasi jalur Jampangtengah–Kiaradua sebagai bentuk kekecewaan terhadap maraknya kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di kawasan tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.42 WIB itu terekam dalam sejumlah video yang beredar luas. Terlihat beberapa truk terpaksa menepi, sementara warga berkumpul di sepanjang jalan untuk melakukan penjagaan.
Menurut keterangan warga, aksi ini dipicu oleh tidak dipatuhinya imbauan pembatasan kendaraan berat yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak perusahaan. Mereka menilai, pelanggaran tersebut berdampak langsung terhadap kondisi jalan yang semakin rusak.
Selain merusak infrastruktur, kehadiran truk bertonase besar juga dianggap mengganggu proses perbaikan jalan di ruas Kiara Dua–Lengkong yang saat ini sedang berlangsung.
Ketua DPC Paguyuban JTM Lengkong, Suparman, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah berkali-kali menyuarakan keluhan, namun belum mendapat respons yang tegas dari pihak berwenang.
“Kami sudah menyampaikan keberatan, bahkan melalui surat resmi. Tapi kenyataannya, truk ODOL masih saja melintas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa warga tidak berniat memperkeruh situasi. Justru mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menegakkan aturan dan mencegah potensi konflik di lapangan.
“Kami ingin ada solusi nyata. Jangan sampai jalan yang sedang diperbaiki kembali rusak karena kendaraan yang melanggar aturan,” tambahnya.
Hingga malam itu, warga masih bertahan di lokasi sambil menunggu kejelasan dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai penertiban kendaraan ODOL di jalur tersebut.
(EGOL)
