RAGAM BAHASA– Film Dilan ITB 1997 mulai tayang di bioskop pada Kamis, 30 April 2026. Namun capaian penonton di hari pertama dinilai belum mampu menyamai kesuksesan film pendahulunya, Dilan 1990.
Jika “Dilan 1990” mampu meraih sekitar 225 ribu penonton pada hari pertama penayangan, “Dilan ITB 1997” hanya mencatat sekitar 68 ribu penonton di hari perdana. Perbedaan capaian tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari pecinta film tanah air.
Pengamat perfilman lokal asal Kediri, Rendra Prakoso, menilai penurunan antusiasme penonton dipengaruhi oleh kekuatan cerita yang dianggap tidak sekuat film sebelumnya.
“Film ini sebenarnya punya modal nama besar dari franchise Dilan. Tapi penonton sekarang lebih kritis. Mereka mencari cerita yang emosinya kuat dan karakter yang berkembang. Di ‘Dilan ITB 1997’, konflik terasa datar sehingga tidak meninggalkan kesan mendalam,” ujar Rendra, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, nostalgia yang sebelumnya menjadi kekuatan utama seri Dilan mulai berkurang pengaruhnya karena pola cerita dinilai repetitif.
“Penonton generasi sekarang ingin sesuatu yang lebih segar. Kalau hanya mengandalkan romantisme lama tanpa pengembangan cerita yang matang, respons publik tentu berbeda,” tambahnya.
Hal senada disampaikan mahasiswa pecinta film di Kediri, Nabila Cahyaningrum. Ia mengaku tetap menikmati beberapa adegan dalam film tersebut, namun merasa chemistry antartokoh tidak terlalu kuat.
“Visual dan musiknya bagus, tapi emosinya kurang sampai. Jadi setelah film selesai, rasanya biasa saja. Tidak seperti waktu nonton ‘Dilan 1990’ yang banyak adegan memorable,” kata Nabila.
Meski demikian, sejumlah penonton tetap optimistis film tersebut masih berpeluang menambah jumlah penonton pada pekan pertama penayangan, terutama karena nama besar karakter Dilan masih memiliki basis penggemar yang cukup kuat di Indonesia.
(FIKRI)
