RAGAM BAHASA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta setelah dua warga negara Singapura meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kepala Subdirektorat Jasa Kekonsuleran Kemlu RI, Yoshi Iskandar, mengatakan pemerintah Indonesia telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pihak Kedubes Singapura terkait insiden tersebut.

“Kami berkoordinasi langsung dengan Embassy Singapura di Jakarta terkait warga negaranya yang terdampak dalam peristiwa di Gunung Dukono,” ujar Yoshi, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, Kemlu terus memantau proses evakuasi dan perkembangan situasi di lapangan melalui koordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait lainnya. Informasi terbaru juga disebut terus diteruskan kepada otoritas Singapura.

Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Dukono dilaporkan bertambah menjadi tiga orang. Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menyebut dua korban merupakan warga negara Singapura, sementara satu korban lainnya adalah warga negara Indonesia asal Jayapura.

“Iya, tiga meninggal dunia. Dua warga Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura,” kata Erlichson.

Selain korban meninggal, sejumlah pendaki lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Data sementara menyebut terdapat 14 orang selamat, terdiri dari tujuh WNI dan tujuh warga negara asing.

Gunung Dukono sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Aktivitas vulkanik gunung tersebut dilaporkan meningkat sejak beberapa hari terakhir sebelum terjadi erupsi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area kawah serta mematuhi rekomendasi dari petugas vulkanologi demi keselamatan.

(NOVAL)