RAGAM BAHASA – Kericuhan pecah usai pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) malam. Dalam insiden tersebut, sebanyak 25 mobil dilaporkan dirusak hingga dibakar massa, sementara 27 sepeda motor milik kepolisian dinyatakan hilang.

Aparat keamanan kini masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait pelaku perusakan serta pembakaran kendaraan yang terjadi di sejumlah titik sekitar lokasi pertandingan.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Viktor Mackbon mengatakan situasi sempat memanas setelah pertandingan berakhir. Massa suporter yang kecewa melakukan aksi anarkis dengan merusak fasilitas umum dan kendaraan.

“Kerusuhan terjadi setelah laga selesai. Beberapa kendaraan dibakar dan dirusak oleh massa yang tidak terkendali. Petugas langsung melakukan pengamanan untuk mencegah situasi meluas,” ujar Viktor kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, aparat gabungan dari Polri dan TNI diterjunkan untuk mengendalikan situasi serta mengamankan sejumlah titik rawan di Kota Jayapura. Polisi juga masih memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme dan pencurian kendaraan dinas.

Sementara itu, pengamat sepak bola Papua, Yoseph Wenda, menilai insiden tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Papua. Ia meminta suporter menahan diri dan tidak melampiaskan kekecewaan dengan tindakan anarkis.

“Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu masyarakat. Jangan sampai emosi sesaat justru merugikan banyak pihak dan mencoreng nama sepak bola Papua,” katanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan kerugian akibat kerusuhan tersebut. Aparat juga meningkatkan patroli keamanan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan di wilayah Jayapura.

(FIKRI)