SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara pemahaman agama, karakter yang kuat, serta kemampuan menguasai sains dan teknologi sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Komitmen tersebut disampaikan melalui kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, pada kegiatan Wisuda Santri Kelas Akhir Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) Pondok Modern Assalam Putra di Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan wisuda yang diikuti 36 santri tersebut mengusung tema “Averouz Generation, Right Ready Resilient”, yang menggambarkan harapan lahirnya generasi yang adaptif, visioner, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi kepada Pondok Modern Assalam Putra atas kontribusinya dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, dan memiliki bekal ilmu pengetahuan yang memadai untuk menghadapi perubahan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menilai bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, perpaduan antara pendidikan agama, penguatan karakter, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus mampu membangun kecerdasan spiritual dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Penguasaan sains dan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi era digital, namun harus tetap dibarengi dengan nilai moral dan akhlak yang baik.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan berbasis pesantren, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
Selain menjadi momen pelepasan santri kelas akhir, kegiatan wisuda tersebut juga menjadi refleksi pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren, para santri diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan potensi diri, serta menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
