RAGAM BAHASA – Sedikitnya 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman akibat paparan asap tebal dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang terjadi pada Selasa sore.
Warga yang dievakuasi terdiri atas ibu-ibu, anak-anak, dan kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kepulan asap yang terus menyelimuti permukiman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah petugas menilai kualitas udara di sekitar lokasi memburuk dan berpotensi membahayakan warga.
“Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, dari dampak paparan asap. Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” ujar Kosrudin.
Selain mengevakuasi warga, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait masih berupaya memadamkan titik-titik api agar kebakaran tidak semakin meluas. Petugas juga melakukan penyiraman secara intensif pada area yang masih mengeluarkan asap.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.
“Paparan asap dalam waktu lama dapat memicu iritasi mata, batuk, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Jika mengalami keluhan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Hendra.
Hingga Selasa malam, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran terkendali sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga terus berkoordinasi dalam penanganan dampak kebakaran serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang diungsikan.
(FIKRI)
