RAGAM BAHASA – Sorotan Piala Dunia 2026 tak hanya tertuju pada aksi para bintang sepak bola di lapangan. Di balik turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, terdapat jejak karya anak bangsa. Bola resmi yang digunakan sepanjang kompetisi, Trionda, diproduksi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepercayaan tersebut kembali diberikan Adidas kepada PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Perusahaan ini dipercaya memproduksi bola resmi Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga membuat Al Rihla, bola yang digunakan pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Person In Charge (PIC) PT Global Way Indonesia, Desy, membenarkan bahwa proses produksi Trionda telah rampung sebelum turnamen dimulai. Namun, ia tidak dapat menyampaikan rincian jumlah bola yang diproduksi karena merupakan kebijakan internal perusahaan. Menurutnya, seluruh informasi resmi kepada media hanya dapat disampaikan oleh manajemen perusahaan.

Kepercayaan yang diberikan Adidas kepada PT Global Way Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Hubungan kerja sama keduanya telah terjalin hampir 30 tahun. Bahkan, perusahaan tersebut telah beberapa kali terlibat dalam penyediaan perlengkapan untuk ajang Piala Dunia.

Jika sebelum edisi 2014 proses produksi masih dilakukan di China, sejak Piala Dunia 2014 Indonesia mulai dipercaya menjadi basis produksi bola resmi turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Kepercayaan itu terus berlanjut pada Piala Dunia 2022 hingga edisi 2026.

Pabrik PT Global Way Indonesia di Madiun dibangun pada 2019 dan mulai beroperasi setahun kemudian. Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 5,2 hektare di Jalan Raya Pilangkenceng–Caruban tersebut menjadi pusat produksi yang menggantikan pabrik perusahaan sebelumnya di Surabaya.

Selain membawa nama Indonesia ke panggung internasional, keberadaan pabrik ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 2.600 orang, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan warga Kabupaten Madiun. Seluruh hasil produksi ditujukan untuk pasar ekspor dan tidak dipasarkan di dalam negeri.

Bola resmi Piala Dunia 2026 diberi nama Trionda. Nama tersebut menggabungkan kata “tri” yang merepresentasikan tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta “onda”, yang dalam bahasa Spanyol berarti gelombang. Bola ini dibekali teknologi modern untuk mendukung performa pertandingan di level tertinggi.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada pabrik di Madiun menjadi bukti bahwa industri manufaktur Indonesia mampu memenuhi standar kualitas dunia. Di balik setiap pertandingan Piala Dunia 2026, terdapat hasil kerja ribuan tangan terampil dari Indonesia yang turut berkontribusi di panggung sepak bola internasional.

(Egol)