RAGAM BAHASA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memperketat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir. Selain memantau aktivitas erupsi, PVMBG juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kondisi di sekitar gunung tetap terkendali.
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, mengatakan pengamatan dilakukan secara intensif melalui pos pemantauan dan peralatan seismik guna mendeteksi perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
“Seluruh parameter kegempaan, deformasi, hingga visual gunung terus kami pantau selama 24 jam. Hingga saat ini masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi yang telah dikeluarkan dan tidak mendekati kawasan dalam radius yang telah ditetapkan,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum terdapat perubahan signifikan yang mengharuskan adanya perluasan rekomendasi kepada masyarakat. Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat dinamis sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, serta aparat keamanan untuk memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
Masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari instansi resmi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah memastikan seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan disampaikan secara berkala demi menjaga keselamatan masyarakat.
(FIKRI)
