SUKABUMI – Warga di sejumlah wilayah Pulau Jawa digegerkan oleh kemunculan kilatan cahaya terang di langit pada Sabtu (11/7/2026) malam sekitar pukul 21.40 WIB. Fenomena tersebut dilaporkan terlihat dari berbagai daerah, mulai dari Cirebon, Yogyakarta, hingga Bekasi, Jawa Barat.
Berdasarkan sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial, cahaya berwarna kebiruan itu tampak melintas dengan ekor terang sebelum menghilang. Sejumlah warga juga mengaku mendengar suara dentuman beberapa saat setelah kilatan cahaya tersebut lenyap.
Fenomena itu pun memunculkan berbagai dugaan di masyarakat, salah satunya bahwa cahaya tersebut merupakan meteor yang memasuki atmosfer Bumi.
Meski demikian, Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Thomas Djamaluddin, mengatakan hingga kini belum dapat memastikan bahwa seluruh laporan dari berbagai daerah merujuk pada satu objek yang sama.
“Saya tidak mendapatkan info yang jelas. Terlalu jauh mengaitkan fenomena di Yogyakarta dengan di Cirebon,” ujar Thomas saat dikonfirmasi Tribunnews, Minggu (12/7/2026).
Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma’rufin Sudibyo. Melalui keterangan yang dimuat NU Online, ia menilai fenomena tersebut merupakan meteor yang memasuki atmosfer Bumi.
Menurut Ma’rufin, suara dentuman yang terdengar merupakan sonic boom, yakni gelombang kejut yang muncul ketika meteoroid melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer sebelum mengalami perlambatan drastis.
Ia menjelaskan, karakteristik cahaya yang sangat terang, disertai fragmentasi dan suara dentuman, menunjukkan gejala bolide atau meteor superterang.
Berdasarkan analisis awal, meteor tersebut diduga memiliki diameter sekitar satu meter. Dari data sementara, lintasannya diperkirakan bergerak dari arah timur laut menuju barat daya pada Sabtu (11/7/2026) pukul 21.40 WIB, dengan panjang lintasan sekitar 400 kilometer yang terlihat dari wilayah utara Yogyakarta hingga Cirebon.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak maupun lokasi jatuhnya benda langit tersebut. Para peneliti masih memerlukan data observasi tambahan untuk memastikan karakteristik dan asal-usul fenomena yang menghebohkan warga di berbagai wilayah Pulau Jawa itu.
