RAGAM BAHASA – Misteri penemuan kerangka manusia di kawasan perkebunan jati Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, masih terus diselidiki aparat kepolisian. Di tengah proses identifikasi, keluarga seorang ibu muda yang dilaporkan hilang selama 11 hari mendatangi lokasi, namun belum dapat memastikan identitas korban.

Keluarga tersebut mencari kepastian setelah mendengar kabar penemuan kerangka manusia pada Senin (13/7/2026). Perempuan yang dilaporkan hilang diketahui bernama Eka Maryani (26), warga Kampung Sinangsari, Dusun Cimenteng, Kecamatan Curugkembar.

Kepala Dusun Cimenteng, Denden Hermawan, mengatakan dirinya mendampingi keluarga korban ke lokasi penemuan. Namun, kondisi jasad yang telah membusuk dan sebagian besar tinggal kerangka membuat proses identifikasi secara visual tidak memungkinkan.

“Kerangka sudah dalam kondisi kering sehingga sulit dikenali. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian,” ujar Denden, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, keraguan keluarga semakin kuat setelah polisi memperlihatkan barang bukti berupa jaket merah yang ditemukan di sekitar lokasi. Keluarga meyakini Eka Maryani tidak mengenakan jaket merah saat terakhir kali meninggalkan rumah.

Eka diketahui berpamitan menuju kontrakannya di Kampung Cikupa, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten. Saat itu ia berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Beat dan membawa telepon genggam.

Hingga kini, sepeda motor maupun ponsel milik Eka belum ditemukan. Keluarga bersama anggota Polsek Sagaranten juga telah mendatangi kontrakan yang dimaksud, namun diketahui tempat tersebut sudah lama tidak dihuni karena masa sewanya telah berakhir.

Denden menjelaskan, laporan resmi orang hilang baru dibuat setelah adanya penemuan kerangka tersebut. Sebelumnya, keluarga hanya melakukan pencarian secara mandiri dan menyebarkan informasi melalui media sosial.

Sementara itu, Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B. membenarkan kerangka manusia telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi untuk menjalani autopsi dan proses identifikasi forensik.

Selain kerangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya jaket merah, kaus hitam, serta rambut panjang. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami identitas korban sekaligus penyebab kematiannya.

Pihak keluarga berharap hasil pemeriksaan forensik dapat segera memberikan kepastian apakah kerangka yang ditemukan merupakan Eka Maryani atau bukan.

(NOVAL)