RAGAM BAHASA – Seorang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) berinisial BL (21) mengalami kecelakaan akibat tersengat aliran listrik saat menguras toren penampung air di Kampung Korelet, RT 01 RW 03, Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/8). Korban sempat mengalami kejang dan tubuhnya kaku setelah diduga menyentuh instalasi listrik pada pelampung otomatis toren. Tim penyelamat kemudian mengevakuasi korban menggunakan sistem katrol sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Pengamat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Universitas Indonesia, Dr. Ir. Fatma Lestari, M.Si., menilai insiden itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang berdekatan dengan instalasi listrik memiliki risiko tinggi meski dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

“Sebelum membersihkan toren atau melakukan pekerjaan di sekitar instalasi listrik, pastikan sumber listrik sudah diputus. Jangan menganggap pelampung otomatis atau pompa air aman disentuh tanpa memastikan tidak ada aliran listrik,” ujar Fatma.

Ia menjelaskan, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan alas kaki berisolasi juga penting untuk mengurangi risiko sengatan listrik. Selain itu, instalasi listrik di area toren perlu diperiksa secara berkala agar tidak terjadi kebocoran arus akibat kabel yang rusak atau terkelupas.

Fatma juga mengimbau perguruan tinggi maupun penyelenggara KKN untuk memberikan pembekalan terkait keselamatan kerja kepada mahasiswa sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Mahasiswa sering membantu pekerjaan masyarakat saat KKN. Edukasi mengenai potensi bahaya, termasuk risiko kelistrikan, harus menjadi bagian dari pembekalan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian sebagai pengingat pentingnya menerapkan prosedur keselamatan saat melakukan pekerjaan di sekitar instalasi listrik, baik di lingkungan rumah maupun saat kegiatan pengabdian masyarakat.

(FIKRI)