Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi, Redi Trisna Sanjaya, bersama pemenang Kompetisi Esai HJKS ke-156 Tahun 2026. (Foto: Istimewa)
RAGAM BAHASA – Sebanyak 23 pelajar tingkat SLTA/sederajat dari sejumlah sekolah di Kabupaten Sukabumi menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan daerah melalui kompetisi menulis esai yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 Tahun 2026. Para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan ide, kritik, maupun gagasan kreatif terkait berbagai persoalan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi, Redi Trisna Sanjaya, mengatakan minat pelajar mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat sejak hari pertama pembukaan pendaftaran pada Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, sejumlah peserta bahkan telah datang ketika stan Bapperida di Sukabumi Expo 2026 belum sepenuhnya selesai dipersiapkan.
“Antusiasme pelajar SLTA sederajat Kabupaten Sukabumi cukup baik. Sejak awal pembukaan pendaftaran pada Kamis, 10 September 2026 pukul 13.00 WIB, sudah ada peserta yang datang mendaftar, bahkan saat stan Bapperida masih belum rampung 100 persen,” kata Redi, Rabu (16/9/2026).
Dalam periode pendaftaran selama dua hari, tercatat 23 pelajar dari delapan sekolah SLTA/sederajat ikut ambil bagian. Pendaftaran dilakukan langsung di stan Bapperida yang berada di area Sukabumi Expo 2026.
Selain menjadi sarana kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat, khususnya pelajar, mengunjungi dan berinteraksi di area Expo.
Peserta kemudian mendapatkan subtema melalui mekanisme spin wheel. Enam isu yang disiapkan berkaitan erat dengan tantangan dan peluang pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Topik yang diberikan antara lain pelestarian Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, regenerasi petani, penerapan teknologi smart farming, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pemanfaatan media sosial untuk promosi pariwisata, serta digitalisasi sektor agroindustri.
Setiap karya yang masuk dinilai berdasarkan sejumlah indikator. Bapperida melibatkan tim juri profesional dari internal lembaga yang memiliki latar belakang pendidikan doktoral, baik dari dalam maupun luar negeri.
Empat aspek utama menjadi dasar penilaian, yakni ketepatan peserta dalam menemukan dan merumuskan persoalan, keaslian gagasan, kemampuan mengolah analisis dan sintesis, serta penerapan kaidah penulisan.
Bapperida juga menetapkan bahwa karya yang dikumpulkan harus merupakan pemikiran asli peserta dan tidak menggunakan generative AI maupun hasil plagiarisme.
Dari seluruh karya yang mengikuti kompetisi, esai berjudul “GERAI SISA” karya Moch. Reihan Putra Mulyadi, pelajar MAN 3 Sukabumi, keluar sebagai peraih Juara I.
Dalam esainya, Reihan mengusulkan sistem pengelolaan sampah dengan pendekatan “Pilah–Catat–Olah–Nilai”. Gagasan tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Konsep tersebut juga menghubungkan pengelolaan sampah masyarakat dengan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Cimenteng yang dimiliki pemerintah. Dalam skemanya, masyarakat dapat memperoleh apresiasi melalui sistem poin yang diberi nama Poin Asa.
Redi menyebut seluruh peserta yang telah mengikuti proses pendaftaran turut diundang dalam agenda pengumuman pemenang yang berlangsung pada acara penutupan Sukabumi Expo 2026.
Pengumuman tersebut dilaksanakan di stan Bapperida pada Minggu, 13 September 2026 pukul 14.00 WIB.
Bapperida juga membuka peluang untuk memperkenalkan lebih luas karya-karya yang dinilai memiliki gagasan menarik. Sejumlah esai peserta direncanakan dipublikasikan melalui media sosial resmi Bapperida Kabupaten Sukabumi.
Langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya memberikan ruang kepada para pelajar agar gagasan yang mereka hasilkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Redi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi esai diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk berani melihat persoalan di daerah dan menawarkan solusi melalui pemikiran mereka sendiri.
“Penyelenggaraan lomba menulis esai tingkat SLTA/sederajat kali ini dilaksanakan sebagai salah satu wadah pengembangan talenta dan penghimpunan gagasan generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kompetisi tersebut juga menjadi gambaran sejauh mana generasi muda memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah.
Melalui kegiatan seperti ini, Bapperida berharap muncul budaya berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di kalangan pelajar. Gagasan yang lahir dari generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pemikiran dalam melihat berbagai persoalan sekaligus potensi pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.
(Egol)
