RAGAM BAHASA – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dua korban kecelakaan pendakian di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, setelah operasi yang berlangsung selama kurang lebih 13 jam. Korban diketahui bernama Maliya Finda (51) dan pemandunya, Irfan Nasrul Laili (35).
Proses evakuasi berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan melibatkan personel Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan komunitas pecinta alam. Medan yang curam, berbatu, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama selama proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan seluruh personel harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan tim evakuasi maupun jenazah korban.
“Medan di Gunung Piramid memiliki kemiringan yang ekstrem sehingga proses evakuasi membutuhkan teknik khusus menggunakan sistem tali (rope rescue). Berkat koordinasi seluruh unsur SAR gabungan, kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi,” ujar Nanang dalam keterangan resminya.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso Sutoyo mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian di jalur ekstrem memerlukan persiapan fisik, perlengkapan yang memadai, serta kepatuhan terhadap arahan petugas dan pemandu,” kata Sutoyo.
BPBD juga mengimbau para pendaki untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur resmi, serta tidak memaksakan pendakian apabila kondisi alam dinilai berisiko. Evaluasi terhadap aspek keselamatan di jalur pendakian Gunung Piramid akan dilakukan bersama pihak terkait guna meminimalkan potensi kecelakaan serupa di masa mendatang.
(FIKRI)
