SUKABUMI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya mewujudkan Sukabumi Mubarokah melalui implementasi Program Nata Wisata ku SOMEAH, sebuah konsep penataan destinasi wisata yang mengedepankan pelayanan prima, kebersihan, ketertiban, dan nilai-nilai budaya lokal.

Program tersebut mengusung konsep Pancasona, yaitu lima unsur utama dalam pengelolaan destinasi wisata yang meliputi hadéna ka kasemah (pelayanan yang baik kepada tamu), parkiranna nu merenah (penataan parkir yang tertib), sampahna kaolah (pengelolaan sampah yang baik), jajananna henteu rongkah (harga makanan yang wajar), serta wisatana kajaga ku ajén agama jeung darigama (pariwisata yang menjunjung nilai agama dan etika).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., mengatakan implementasi program tersebut diawali dengan peluncuran 13 pengelola parkir pilot project di kawasan wisata Pantai Istana Presiden (IP), Palabuhanratu, pada Senin (3/8/2026).

Menurutnya, penataan parkir menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun tata kelola destinasi wisata yang lebih profesional dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi wisatawan.

“Launching 13 pengelola parkir pilot project ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan sistem parkir yang lebih tertib, aman, rapi, dan tertata sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan,” ujar Ali Iskandar.

Ia menjelaskan, konsep SOMEAH yang merupakan akronim dari Sopan, Oge Manah, Endah, dan Amanah dijadikan landasan dalam membangun budaya pelayanan di seluruh kawasan wisata Kabupaten Sukabumi.

Melalui konsep tersebut, Dispar mendorong seluruh pengelola destinasi, petugas parkir, pelaku usaha, hingga masyarakat agar bersama-sama menciptakan kawasan wisata yang bersih, tertib, ramah, dan memberikan pengalaman positif bagi setiap pengunjung.

Ali Iskandar menegaskan, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pelayanan serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, Program Nata Wisata ku SOMEAH diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga kawasan wisata agar tetap nyaman, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui program ini kami berharap seluruh pihak, baik pengelola, pelaku usaha, maupun masyarakat dapat bersama-sama memelihara dan merawat kawasan wisata. Semangat Maluruh Hikmah, Miharep Berkah menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Sukabumi Mubarokah,” kata Ali.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi optimistis implementasi Program Nata Wisata ku SOMEAH akan menjadi fondasi dalam membangun tata kelola destinasi wisata yang lebih tertib, bersih, transparan, dan berkarakter, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai destinasi wisata unggulan yang mengedepankan keramahan, budaya lokal, dan pelayanan berkualitas.