PALABUHANRATU — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sukabumi turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Reni Yuni Wardani, M.Si., dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Polres Sukabumi, Jalan Jenderal Sudirman No. 12, Palabuhanratu, Selasa (11/8/2026).
Apel dipimpin Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H. dan diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.
Dari unsur TNI, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi hadir melalui Kasdim 0622/Kabupaten Sukabumi Mayor Arm Mursid Sri Hernanto bersama satu SST personel. Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, S.IP., Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Sukabumi Kompol Aah Hermawan, S.E., M.H., Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi Budiarto, Kepala Pos Basarnas Sukabumi Suryo, serta para Kapolsek jajaran Polres Sukabumi.
Bagi Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, keterlibatan dalam apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial masyarakat.
Apel gelar pasukan sekaligus menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan menghadapi ancaman Karhutla, terutama selama musim kemarau. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat serta keterlibatan berbagai unsur secara terpadu.
Dalam amanatnya, Kapolres Sukabumi menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran, pemetaan wilayah rawan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sinergi tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek penanggulangan ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup langkah pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Dalam konteks ini, Kesbangpol memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Basarnas, serta unsur lainnya diharapkan mampu menciptakan pola penanganan Karhutla yang lebih terkoordinasi.
Melalui keterlibatan dalam apel tersebut, Kesbangpol Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga keamanan, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 berakhir pada pukul 09.10 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
