RAGAM BAHASA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung akan menggelar pengujian pada jalur hulu lintas Bogor Paledang–Cicurug. Uji coba dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin, 31 Agustus dan Selasa, 1 September 2026.

Pengujian tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan pengoperasian jalur ganda atau double track pada lintas Bogor–Cicurug. Dalam pelaksanaannya, uji beban akan menggunakan Lokomotif CC 300 milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kegiatan pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur sebelum digunakan dalam operasional perjalanan kereta api.

“Uji coba beban akan dilakukan menggunakan Lokomotif CC 300 milik DJKA,” ujar Franoto dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Seiring dengan adanya kegiatan tersebut, KAI mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur rel agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk selalu menaati rambu-rambu dan ketentuan keselamatan, terutama saat melintas di perlintasan sebidang.

KAI juga mengingatkan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di atas maupun di sekitar jalur kereta api. Selain membahayakan diri sendiri, aktivitas di jalur rel berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta.

Pembangunan jalur ganda pada lintas Bogor Paledang–Cicurug diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api. Kehadiran double track juga diproyeksikan membuat perjalanan menjadi lebih lancar, aman, nyaman, serta memiliki tingkat keandalan yang lebih baik.

Peningkatan infrastruktur perkeretaapian tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antara Bogor dan Sukabumi, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi kereta api.

Muncul Harapan KRL Menjangkau Sukabumi

Uji coba jalur Bogor–Cicurug ini juga berlangsung di tengah rencana pengembangan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) ke arah Sukabumi.

Sebelumnya, KAI mengungkap rencana pengembangan layanan KRL hingga wilayah Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT KAI dan Pemerintah Kota Bogor di Balai Kota Bogor pada 20 Agustus 2026.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda pengembangan perkeretaapian, termasuk revitalisasi Stasiun Bogor, penataan kawasan sekitar stasiun, hingga rencana pengaktifan relasi perjalanan menuju Lido Cigombong.

Rencana elektrifikasi lintas Bogor–Sukabumi sebelumnya juga telah disampaikan KAI dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Juni 2026.

Selain memperpanjang layanan KRL dari Cikarang menuju Cikampek, KAI turut menyiapkan pengembangan elektrifikasi pada jalur Bogor–Sukabumi agar pada masa mendatang dapat dilayani kereta listrik.

Apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, wilayah Sukabumi akan terhubung lebih luas dengan jaringan commuter line Jabodetabek. Kehadiran KRL juga diharapkan mampu menjadi alternatif transportasi massal bagi masyarakat dengan kapasitas angkut yang lebih besar.

Namun, pengembangan layanan tersebut memerlukan persiapan infrastruktur yang menyeluruh. Selain elektrifikasi jalur, KAI juga menyiapkan kebutuhan penambahan rangkaian kereta serta fasilitas pendukung, termasuk depo untuk perawatan dan penyimpanan armada.

Dengan berbagai pengembangan yang tengah disiapkan, lintas Bogor hingga Sukabumi diharapkan menjadi bagian penting dalam perluasan jaringan transportasi berbasis rel dan mampu memberikan pilihan perjalanan yang semakin mudah bagi masyarakat.

(Egol)