RAGAMBAHASA.com || Protes kerusakan jalan ruas Caringin – Cidahu Kabupaten Sukabumi, warga menanam pohon pisang dan meletakan ban bekas di bagian jalan yang rusak, warga juga menuliskan pesan yang dipampang di tepi jalan berbunyi “korban janji”.

Terpantau, pada Rabu (28/2/2024) gambar bertuliskan “korban janji” sudah menghilang. Namun, masih menyisakan pohon pisang, dedaunan dan ban bekas berserakan di ruas jalan tersebut.

Kepala Desa Jayabakti, Opik, mengakui bahwa kondisi jalan tersebut sudah rusak dan bertahun-tahun belum ada perbaikan, sekitar satu tahun lebih.

Terkait tulisan ‘korban janji’, pihak desa masih belum mengetahui siapa yang membuat dan ditujukan kepada siapa .

“Ada bahasa korban janji, tapi korban janji siapa? Apakah ada janji-janji politik dengan kaitan dewan atau siapa saja. Yang saya dengar dari PU atau pihak mana saja belum pernah ada janji-janji itu,” ujarnya.

 

Baca Juga: Disbudpora Kabupaten Sukabumi dukung Festival Pencak Silat Menjadi Ajang Bibit Atlit

Opik menyampaikan kekhawatiran ruas jalan Caringin-Cidahu seakan ditinggalkan (dilupakan), padahal seharusnya jalan tersebut tidak dalam kondisi seperti itu. Jalan ini dianggap sebagai potensi untuk wilayah Cidahu, yang juga merupakan daerah wisata, produktif, dan industri.

“Saya sebagai pemangku kebijakan desa juga mengeluh, karena jalan ini seharusnya menjadi potensi untuk wilayah Cidahu. Ini adalah daerah wisata, produktif, dan industri,” paparnya.

 

 

Opik mengungkapkan bahwa beberapa warga pernah meminta desa untuk menangani masalah ini, namun hal tersebut bukanlah kewenangan desa. Desa hanya dapat mendorong tindakan kepada Dinas PU Kabupaten.

“Seakan-akan ini terabaikan. Kita juga memiliki batasan kebijakan karena ini bukan ranah desa, melainkan jalan Kabupaten. Sayangnya, kita tidak tahu kendalinya di mana, itu diluar kendali kita,” jelasnya.

“Yang parahnya di situ, masuk Desa Jayabakti, kurang lebih panjangnya sekitar 50 meter,” lanjutnya.

 

Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Ikuti Rakornas Dukcapil Di Batam

Opik menekankan harapan agar masalah ini segera ditangani, karena jalan ini sangat vital dan akan membantu perekonomian warga setempat ketika sudah diperbaiki.

“Ketika jalan rusak bisa menghambat, yang dikatakan otonomi daerah kita kan sangat lemah,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Uus Iskandar, menyatakan bahwa ruas jalan Caringin – Cidahu akan mengalami penanganan pada tahun 2024 ini.

“Tahun ini ada penanganan, namun penanganan akan dilakukan bertahap. Intinya sudah masuk ke perencanaan tinggal ditunggu saja,” ungkapnya.