RAGAM BAHASA – Akses utama penghubung Jampangtengah dengan Lengkong di Kabupaten Sukabumi kini kembali dapat dilintasi setelah sempat terputus akibat longsor yang terjadi pada Sabtu malam. Jalur provinsi tersebut sebelumnya tidak bisa dilalui kendaraan karena tertutup material tanah dari tebing di sekitarnya.
Longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak sore hari. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya ambrol dan menutup badan jalan di beberapa titik.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah mencatat, terdapat empat lokasi longsor dengan kondisi paling parah berada di kawasan Kampung Bungur dan tanjakan Dayang.
Material yang menutup jalan memiliki panjang mencapai puluhan meter dengan ketebalan cukup signifikan, sehingga menghambat total arus kendaraan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu sempat membuat sejumlah pengguna jalan tertahan di kedua arah. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Penanganan dilakukan secara cepat oleh tim gabungan yang terdiri dari P2BK, petugas Binamarga Provinsi Jawa Barat, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu melakukan pembersihan material longsor dengan dukungan alat berat agar akses bisa segera dipulihkan.
Selain itu, petugas juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
Upaya pembersihan yang dilakukan sejak malam hingga dini hari akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu pagi, jalur tersebut dilaporkan sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan.
Meski demikian, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati, terutama saat melintas di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. Struktur tanah di sepanjang jalur tersebut diketahui cukup rawan mengalami pergeseran, sehingga risiko longsor masih perlu diwaspadai.
(EGOL)
