RAGAM BAHASA – Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diikuti oleh Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) yang menyatakan menarik diri dari Partai Buruh bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurusnya di seluruh Indonesia.

Pengunduran diri itu diumumkan Ferri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi internal yang berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

Menurut Ferri, terdapat perbedaan pandangan yang semakin mendasar terkait sikap politik, arah perjuangan, serta langkah organisasi, sehingga ORI memutuskan untuk tidak lagi menjadi bagian dari Partai Buruh.

ORI sendiri merupakan organisasi sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia yang dibentuk pada 2013. Organisasi tersebut juga tercatat sebagai salah satu dari 11 organisasi yang menggagas berdirinya Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.
Ferri menegaskan keputusan tersebut berlaku efektif mulai Jumat (26/6/2026). Ia menyebut seluruh anggota ORI yang berjumlah sekitar 1,3 juta orang secara kolektif menyatakan keluar dari Partai Buruh.

Meski memilih berpisah jalan, Ferri memastikan proses pengunduran diri dilakukan secara baik dan tetap mengedepankan hubungan yang harmonis dengan Partai Buruh.

Sebagai tindak lanjut, ORI menginstruksikan seluruh kader dan pengurusnya yang masih menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, untuk segera mengajukan surat pengunduran diri sebagai bagian dari proses administrasi organisasi.

Instruksi tersebut ditujukan kepada pengurus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Ferri menggambarkan dinamika internal antara ORI dan Partai Buruh layaknya sebuah rumah tangga yang telah lama menghadapi persoalan. Berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, kata dia, telah dilakukan, namun tidak menghasilkan titik temu sehingga keputusan berpisah dinilai sebagai langkah terbaik.

Terkait dampaknya terhadap kekuatan Partai Buruh, Ferri menilai keluarnya ORI akan memberikan pengaruh signifikan. Ia mengklaim ORI bersama KSPSI menjadi salah satu organisasi inisiator terbesar dalam pembentukan Partai Buruh, sehingga pengunduran diri tersebut disebut berpotensi mengurangi kekuatan partai secara cukup besar.

Ferri juga mengungkapkan bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, telah menerima informasi mengenai rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6/2026) malam.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Partai Buruh terkait pengunduran diri Ferri Nuzarli beserta klaim keluarnya sekitar 1,3 juta anggota ORI dari partai tersebut.

(EGOL)