RAGAM BAHASA – Seorang bocah perempuan berkebutuhan khusus di Kota Sukabumi menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, bocah itu terlihat berusaha membuka jok sebuah sepeda motor untuk menghirup aroma bensin yang berada di dalam tangki.

Video yang diunggah oleh seorang warga itu memicu keprihatinan warganet. Dalam waktu singkat, tayangan tersebut telah ditonton jutaan kali dan menuai ratusan ribu tanda suka serta ribuan komentar yang sebagian besar berisi doa dan harapan agar anak tersebut segera mendapatkan bantuan.

Pengunggah video, Putri Rahma, menjelaskan bahwa perilaku tersebut bukanlah kejadian baru. Menurutnya, bocah itu telah lama menunjukkan ketergantungan terhadap aroma bahan bakar minyak (BBM).

“Tujuan saya merekam bukan untuk mempermalukan, tetapi agar banyak orang mengetahui kondisi yang sebenarnya. Saya berharap ada pihak yang bisa membantu memberikan penanganan yang tepat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan keterangan warga, bocah tersebut merupakan penyandang tunarungu dan tunawicara sejak lahir. Kondisi hidupnya semakin berat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia sekitar setahun lalu. Kini, ia tinggal bersama kakak perempuannya yang juga harus mengurus anak-anaknya.

Meski mendapat perhatian dari keluarga, bocah tersebut disebut sering keluar rumah tanpa sepengetahuan mereka dan berkeliaran di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Warga setempat pun telah mengenali kebiasaannya sehingga kerap mengantarkan pulang ketika menemukannya berada di jalan.

Selain itu, masyarakat mengaku khawatir terhadap keselamatannya. Keterbatasan pendengaran membuat bocah tersebut beberapa kali hampir tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan.

Ketua lingkungan bersama keluarga disebut telah berupaya mencari berbagai cara untuk membantu, mulai dari membawa anak tersebut menjalani pengobatan hingga meminta bantuan berbagai pihak. Namun hingga kini, perilaku ketergantungan terhadap aroma bensin masih terus terjadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang hidup dalam kondisi rentan.

Warga berharap pemerintah, tenaga kesehatan, serta dinas sosial dapat memberikan pendampingan dan penanganan yang berkelanjutan agar kondisi bocah tersebut dapat segera membaik.

(Egol)