RAGAM BAHASA – Tingginya aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih terjadi di sejumlah rumah sakit di Sukabumi. Salah satunya di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, yang mencatat sekitar 130 kunjungan pasien hanya dalam kurun waktu 12 jam pada Senin (14/9/2026).

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengatakan ratusan kunjungan tersebut tercatat sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Meski angka kunjungan cukup tinggi, tidak semua pasien harus menjalani perawatan lebih lanjut di ruang IGD. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis, sebagian pasien dinyatakan dapat melanjutkan pemulihan di rumah.

Sementara itu, sekitar 60 pasien masih berada di IGD karena membutuhkan observasi lebih lanjut maupun memiliki kondisi yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

“Yang bertahan observasi, yang indikasi dirawat itu rata-rata pasien di angka 60 pasien,” ujar Irman.

Padahal, dalam kondisi normal, IGD RSUD Sekarwangi memiliki kapasitas sekitar 32 tempat tidur. Lonjakan kunjungan membuat jumlah pasien yang berada di ruang IGD dapat mencapai hampir dua kali lipat dari kapasitas normal.

“Untuk kapasitas di IGD itu secara normal 32 bed,” jelasnya.

Pasien Anak Masih Mendominasi

Tingginya kunjungan IGD tersebut juga terlihat dari karakteristik pasien yang mendapatkan pelayanan. Kelompok anak-anak masih menjadi pasien yang paling banyak datang ke IGD RSUD Sekarwangi.

Sejumlah keluhan yang ditemukan pada pasien anak antara lain demam serta morbili atau penyakit campak.

Sementara itu, pada pasien dewasa, keluhan yang cukup banyak ditangani meliputi demam, gangguan pada lambung, hingga kolik abdomen atau nyeri pada bagian perut.

“Untuk pasien didominasi masih sama, anak-anak kebanyakannya,” kata Irman.

Tingginya jumlah pasien yang datang hingga Senin malam tersebut membuat aktivitas pelayanan di IGD RSUD Sekarwangi tetap berlangsung padat. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kegawatdaruratan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

(Egol)