SUKABUMI – Kegiatan Hari Pengurangan Risiko Bencana (PRB) digelar di Pondok Pesantren Assalam, Kabupaten Sukabumi, pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Acara diawali dengan pembukaan yang diikuti oleh peserta, relawan, komunitas pecinta alam, serta unsur terkait. Pembukaan kegiatan menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Dalam kegiatan tersebut, pentingnya kesiapsiagaan menjadi perhatian utama. Upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui edukasi, pencegahan, mitigasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Hari PRB juga menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, relawan, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan tangguh.
Keterlibatan generasi muda dan komunitas pecinta alam diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai langkah-langkah menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, semangat gotong royong dan solidaritas diharapkan terus tumbuh, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Siaga Bencana, Tangguh Bersama. Pengurangan risiko bencana dimulai dari kesadaran, kepedulian, dan kesiapan setiap individu.
