RAGAM BAHASA – Kasus dugaan bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang dialami Nina Saleha menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, pihak rumah sakit memastikan telah melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kepala Humas RSHS, dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa bayi milik Nina Saleha datang ke rumah sakit pada 5 April 2026 dengan kondisi kuning pada beberapa bagian tubuh. Bayi tersebut kemudian mendapatkan perawatan intensif sesuai standar medis yang berlaku.

“Pasien bayi atas nama Ny NS datang dengan keluhan kuning dan langsung ditangani oleh tim medis. Setelah dilakukan pemeriksaan, bayi dirawat di ruang Neonatal High Care Unit (NHCU) selama tiga hari,” ujar Ahmad Fauzi dalam keterangannya, Rabu (16/4/2026).

Menurutnya, dugaan bayi nyaris tertukar terjadi saat proses pemindahan pasien dari ruang perawatan. Namun, petugas segera melakukan verifikasi identitas sesuai prosedur sehingga kesalahan dapat dicegah.

“Pada saat proses pemindahan, petugas melakukan pengecekan identitas melalui gelang pasien dan rekam medis. Saat itu ditemukan ketidaksesuaian dan langsung dikoreksi sehingga bayi tidak sampai tertukar,” jelasnya.

Ahmad menegaskan, pihak rumah sakit telah melakukan evaluasi terhadap petugas dan prosedur pelayanan guna meningkatkan keamanan pasien, khususnya bayi yang menjalani perawatan intensif.

“Kami sudah melakukan evaluasi internal serta memperketat prosedur identifikasi pasien. Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Sementara itu, pihak keluarga Nina Saleha sebelumnya melayangkan somasi kepada RSHS sebagai bentuk keberatan atas kejadian tersebut. Mereka berharap rumah sakit dapat memberikan penjelasan serta jaminan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Pihak RSHS menyatakan terbuka untuk berkomunikasi dengan keluarga pasien dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya.

(FIKRI)