RAGAM BAHASA-Pemerintah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi suhu ekstrem di Arab Saudi selama musim haji 2026.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebutkan suhu udara di Tanah Suci diperkirakan berada di kisaran 40 hingga 45 derajat Celsius, bahkan berpotensi melampaui angka tersebut.
Menurut Irfan, kondisi panas yang tinggi dapat berdampak serius pada kesehatan jemaah, terutama memicu kelelahan berat hingga dehidrasi. Oleh karena itu, para petugas haji telah dibekali dengan pengetahuan penanganan darurat guna mengantisipasi kondisi tersebut di lapangan.
Ia juga menyoroti bahwa cuaca panas ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga jemaah lebih rentan terhadap penyakit. Untuk mencegah risiko penyebaran wabah, pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap jemaah menerima vaksinasi, meliputi meningitis, polio, dan Covid-19.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia bersama DPR tengah mengupayakan solusi untuk mengurangi kepadatan di Mina, salah satunya melalui skema tanazul. Skema ini memungkinkan sebagian jemaah tidak bermalam di tenda Mina, melainkan kembali beristirahat di hotel setelah menyelesaikan rangkaian ibadah wajib.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menjelaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan jemaah yang setiap tahun semakin meningkat, sementara kapasitas Mina tetap terbatas.
Rencana tersebut, kata Irfan, saat ini masih menunggu persetujuan dari otoritas Arab Saudi, termasuk Kementerian Haji dan aparat keamanan setempat. Ia menegaskan bahwa penerapan tanazul membutuhkan koordinasi dan diplomasi intensif dengan pihak tuan rumah.
Apabila disetujui, skema ini diyakini dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah Indonesia, sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah di tengah tingginya jumlah peserta haji setiap tahunnya.
(EGOL)
