RAGAM BAHASA– Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Jepang utara pada Senin (20/4/2026). Pusat gempa berada di perairan Pasifik, lepas pantai Prefektur Iwate.
Guncangan terasa hingga ibu kota Tokyo, meski berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa. Sejumlah gedung dilaporkan bergoyang, namun tidak terjadi kerusakan besar.
Peringatan Gempa Lebih Besar
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan adanya potensi gempa yang lebih kuat, bahkan bisa mencapai magnitudo 8,0 atau lebih. Peringatan ini disampaikan beberapa jam setelah gempa utama terjadi.
Korban Luka dan Minim Kerusakan
Berdasarkan laporan dari Fire and Disaster Management Agency (FDMA), sedikitnya enam orang mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi serius. Meski demikian, tidak ada laporan kebakaran maupun kerusakan pada infrastruktur vital.
Tsunami Sempat Terjadi
Otoritas Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami setinggi hingga tiga meter. Namun, gelombang yang terjadi tercatat hanya mencapai sekitar 80 sentimeter di pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate.
Peringatan tsunami kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan aman. Meski begitu, lebih dari 182 ribu warga sempat mendapat imbauan untuk melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi.
Jepang di Zona Rawan Gempa
Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Negara ini berada di pertemuan empat lempeng tektonik utama, sehingga sering mengalami gempa bumi.
Dalam setahun, Jepang dapat mengalami sekitar 1.500 gempa, atau sekitar 18 persen dari total gempa di dunia.
Peristiwa ini juga mengingatkan pada bencana Gempa dan Tsunami Tohoku 2011 yang berkekuatan M 9,0, yang menyebabkan kerusakan besar serta krisis nuklir di Fukushima.
(NAUVAL)
