RAGAM BAHASA-Sebanyak tujuh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia hingga Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan keterangan resmi, sebagian besar kasus kematian dipicu oleh penyakit jantung serta infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para jemaah. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh jemaah yang meninggal dunia tetap mendapatkan haknya, termasuk pelaksanaan badal haji yang akan difasilitasi oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Di sisi lain, pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia terus berjalan. Hingga saat ini, tercatat ribuan jemaah telah memperoleh penanganan medis, dengan lebih dari enam ribu orang menjalani rawat jalan. Selain itu, ratusan jemaah dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan, baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun rumah sakit di Arab Saudi.
Saat ini, puluhan jemaah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Meski demikian, secara umum kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia dinilai tetap terkendali dengan dukungan layanan medis yang terus dioptimalkan di setiap tahapan, mulai dari kloter hingga fasilitas rujukan.
Pihak Kementerian menegaskan bahwa pemantauan kesehatan jemaah akan terus dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keselamatan dan kelancaran ibadah haji tahun ini.
(EGOL)
