RAGAM BAHASA– Insiden tragis terjadi di Brasil setelah seorang wanita berusia 21 tahun meninggal dunia saat mengikuti aktivitas bungee jumping. Korban diduga melompat tanpa tali pengaman yang terpasang dengan benar, menyebabkan dirinya terjatuh dari ketinggian puluhan meter. Rekaman video detik-detik kejadian tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian publik.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/6) waktu setempat itu kini tengah diselidiki aparat kepolisian Brasil. Sejumlah petugas yang bertanggung jawab atas operasional wahana turut diperiksa guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pakar keselamatan rekreasi ekstrem dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Arief Pratama, mengatakan insiden itu menunjukkan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam setiap aktivitas berisiko tinggi.
“Bungee jumping memiliki prosedur pemeriksaan yang sangat rinci. Sebelum peserta melompat, harus ada verifikasi berlapis terhadap seluruh perlengkapan. Jika satu tahapan terlewat, konsekuensinya bisa sangat fatal,” ujar Arief saat dimintai tanggapan, Senin (15/6).
Sementara itu, pengamat pariwisata dan olahraga petualangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dewi Kusumaningrum, menilai pengelola wahana ekstrem wajib meningkatkan pengawasan terhadap petugas lapangan.
“Selain kualitas peralatan, faktor manusia menjadi kunci utama. Operator harus memastikan seluruh kru memiliki sertifikasi dan menjalankan prosedur keselamatan tanpa kompromi,” katanya.
Menurut Dewi, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memilih penyelenggara aktivitas ekstrem yang memiliki rekam jejak keselamatan yang baik serta izin operasional yang jelas.
Hingga kini, pihak berwenang Brasil masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengoperasian wahana tersebut. Hasil investigasi nantinya akan menentukan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan yang merenggut nyawa wanita muda tersebut.
(FIKRI)
