RAGAM BAHASA – Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Pangrango, sebuah truk boks, dan sepeda motor di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026), memunculkan sorotan terhadap kondisi sistem pengamanan di lokasi tersebut.
Seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian, Udin (46), mengungkapkan bahwa palang pintu perlintasan memang tersedia, namun sudah lama tidak beroperasi secara otomatis. Menurutnya, pengaturan lalu lintas saat kereta melintas selama ini lebih banyak mengandalkan bantuan warga yang berjaga secara sukarela.
“Palangnya ada, tetapi tidak berfungsi seperti seharusnya. Kalau ada kereta lewat, biasanya masih diturunkan dan dinaikkan secara manual oleh warga yang berjaga,” ujar Udin.
Ia menjelaskan, warga sekitar kerap mengambil inisiatif menghentikan kendaraan yang hendak melintas ketika mendengar tanda kedatangan kereta. Pengamanan dilakukan berdasarkan pengalaman dan kewaspadaan masyarakat setempat.
Menurut Udin, sesaat sebelum kecelakaan terjadi, dirinya mendengar suara klakson kereta yang datang dari arah Sukabumi menuju Bogor. Tak lama setelah bunyi peringatan tersebut terdengar, suara benturan keras menggema dari lokasi perlintasan.
“Saya mendengar klakson kereta sekali, kemudian langsung terdengar suara tabrakan. Setelah itu saya keluar rumah dan menuju lokasi,” katanya.
Rumah Udin berada sekitar 100 meter dari titik kejadian. Saat tiba di lokasi, ia melihat petugas dan warga mulai melakukan evakuasi terhadap korban maupun kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Ia juga menyebut kereta sempat berhenti cukup lama setelah insiden terjadi sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan.
“Kurang lebih sekitar 40 menit kereta berhenti di lokasi, setelah itu baru jalan lagi,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang menjadi korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan warga setempat yang selama ini dikenal aktif membantu kegiatan kebersihan lingkungan secara sukarela.
“Korban yang meninggal itu warga sini juga. Beliau sering membantu mengangkut sampah dan ikut kegiatan kebersihan lingkungan,” tutur Udin.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan KA Pangrango nomor perjalanan 227A relasi Sukabumi-Bogor dengan sebuah truk boks yang berada di perlintasan saat kereta melintas.
Menurut Franoto, petugas KAI segera melakukan penanganan dan koordinasi di lokasi guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta proses evakuasi berjalan lancar.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diwajibkan berhenti, memperhatikan kondisi sekitar, dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan di perlintasan sebidang. Kesadaran bersama sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan semua pihak.
(EGOL)
