SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan generasi muda melalui penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan dan penguatan Satuan Karya (Saka) Pramuka Anti Narkoba sebagai wadah pembinaan pelajar.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyusul pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Pramuka Anti Narkoba Tingkat Cabang Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2031.

Menurut Deden, keberadaan Saka Pramuka Anti Narkoba menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik sekaligus memperkuat pendidikan moral, sosial, dan kepemimpinan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan kepramukaan, pelajar tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Karena itu, upaya pencegahan narkoba harus dimulai sejak dini melalui pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Deden.

Ia menilai, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk ancaman penyalahgunaan narkotika. Melalui Saka Pramuka Anti Narkoba, para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengedukasi teman sebaya mengenai bahaya narkoba sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Deden menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi akan terus mendukung berbagai program pencegahan narkoba yang melibatkan satuan pendidikan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan edukasi, pembinaan karakter, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang positif sebagai sarana membangun potensi dan kepribadian peserta didik.

“Pendidikan menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Selain itu, Deden mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik di Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan pemahaman secara berkelanjutan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, peran sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter, integritas, serta ketahanan generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.

Melalui pembentukan Saka Pramuka Anti Narkoba, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap lahir kader-kader pelajar yang mampu menjadi agen perubahan, teladan, sekaligus penggerak kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Melalui pendidikan yang berkualitas dan pembinaan karakter yang kuat, kita bersama-sama dapat mewujudkan generasi Sukabumi yang unggul, berprestasi, dan bersih dari narkoba,” pungkas Deden.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi meyakini bahwa sinergi antara dunia pendidikan, Gerakan Pramuka, keluarga, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat, berdaya saing, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba di masa depan.