RAGAM BAHASA – Dunia pendakian berduka. Pendaki legendaris asal Nepal, atau yang dikenal sebagai Nimsdai, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Broad Peak, Pakistan.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan penyelenggara ekspedisi, Elite Exped, melalui pernyataan resmi pada Sabtu (1/8). Dalam keterangannya, perusahaan menyebut Purja menjadi salah satu korban dalam bencana longsoran salju yang terjadi di gunung setinggi 8.051 meter tersebut.
Purja yang berusia 43 tahun dilaporkan hilang bersama sembilan pendaki lainnya sejak Kamis (30/7) ketika longsoran salju menerjang kawasan Broad Peak di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Gunung yang merupakan puncak tertinggi ke-12 di dunia itu dikenal memiliki jalur pendakian yang ekstrem dan penuh risiko.
Otoritas Pakistan menyatakan lokasi para korban telah berhasil diidentifikasi melalui bantuan drone dan pengintaian udara. Namun hingga kini, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi medan yang sangat berbahaya.
Direktur Seven Summit Treks, Chhang Dawa Sherpa, mengatakan seluruh jenazah korban telah ditemukan, tetapi masih berada di lokasi yang sulit dijangkau.
Menurutnya, Pakistan belum memiliki kemampuan penyelamatan helikopter dengan metode long-line rescue seperti yang digunakan di Nepal, sehingga proses evakuasi harus mempertimbangkan keselamatan tim penyelamat.
Sementara itu, Wakil Direktur Departemen Pariwisata Gilgit-Baltistan, Sajid Hussain, memastikan operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung meski tantangan cuaca dan medan menjadi kendala utama.
Nirmal Purja dikenal sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh di dunia. Mantan prajurit Gurkha yang kemudian bergabung dengan pasukan elite Inggris Special Boat Service (SBS) itu mencatat sejarah pada 2019 dengan menaklukkan seluruh 14 gunung berketinggian di atas 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan enam hari, memecahkan rekor dunia yang sebelumnya bertahan selama bertahun-tahun.
Kisah perjuangannya diabadikan dalam film dokumenter yang mengangkat perjalanan luar biasanya menembus batas kemampuan manusia di pegunungan Himalaya.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak. Perdana Menteri Nepal, , menyampaikan penghormatan kepada Purja dan para korban lainnya, seraya menyebut semangat, dedikasi, dan keberanian mereka akan terus menginspirasi dunia.
Berdasarkan data otoritas Pakistan, total 10 pendaki menjadi korban dalam tragedi tersebut. Korban terdiri dari enam warga Nepal serta masing-masing satu warga Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.
(NOVAL)
