SUKABUMI – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi resmi mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi melalui Palabuhanratu Festival (Plara Fest) 2026 yang digelar di Pantai Bupalo, Palabuhanratu. Festival tersebut menjadi momentum memperkuat promosi pariwisata berbasis seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Pembukaan festival ditandai dengan dentuman tambur yang disusul penampilan beragam kesenian tradisional, di antaranya Tari Singa Perbangsa dari Sanggar Seni Palabuhanratu dan atraksi barongsai yang berhasil menyedot perhatian masyarakat serta wisatawan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas bersama jajaran pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Pelaksana Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., mengatakan Plara Fest merupakan satu dari 14 agenda utama yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi tahun 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut berawal dari keberhasilan komunitas seni Palabuhanratu menggelar Hari Tari Dunia pada 29 April 2026 yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.

“Untuk Festival Palabuhanratu, berawal dari success story komunitas seni Palabuhanratu yang pada 29 April lalu melaksanakan Hari Tari Dunia. Kegiatan itu mendapat apresiasi luar biasa, sehingga diusulkan kembali dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi,” ujar Ali Iskandar.

Ia menjelaskan, Plara Fest tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya, tetapi juga menjadi strategi Dinas Pariwisata dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Selain pertunjukan budaya, festival juga menjadi ruang promosi bagi sektor ekonomi kreatif. Sedikitnya 25 pelaku UMKM, IKM, dan usaha lokal dari Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, hingga Provinsi Banten turut berpartisipasi memamerkan berbagai produk unggulan kepada pengunjung.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa Palabuhanratu memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan warisan geologi sebagai modal utama pengembangan pariwisata daerah.

Menurutnya, kegiatan seperti Plara Fest harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin kunjungan wisatawan meningkat, UMKM tumbuh, dan ekonomi kreatif semakin berkembang,” tandas Andreas.

Melalui penyelenggaraan Plara Fest 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis budaya, memperkuat identitas daerah, serta menghadirkan berbagai agenda kreatif yang mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Kabupaten Sukabumi di tingkat regional maupun nasional.