RAGAM BAHASA – Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, ditutup total menyusul kebakaran hutan yang terus meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.
Penutupan seluruh akses wisata tersebut mulai berlaku pada Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB dan belum ditentukan kapan akan berakhir. Lima pintu masuk yang terdampak penutupan yakni Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan petugas masih memprioritaskan penanganan kebakaran. Pengukuran luas wilayah yang terdampak akan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.
“Masih belum ada, saat ini tim masih fokus proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, ada tim yang melakukan pengukuran untuk mengetahui luas area terdampak,” ujar Endrip dalam keterangan sebelumnya.
Kebakaran yang bermula di Blok Bantengan tersebut kemudian meluas ke sejumlah titik lainnya. Berdasarkan data terakhir, luas area yang terbakar telah mencapai sekitar 176 hektare. Kobaran api juga dilaporkan bergerak ke arah timur menuju kawasan Bukit B29.
Untuk mempercepat proses pemadaman, upaya penanganan dilakukan secara darat dan udara. BNPB turut mengerahkan dua helikopter untuk operasi water bombing, meski pelaksanaannya menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan.
Sementara itu, wisatawan yang sebelumnya telah membeli tiket secara daring untuk periode penutupan tidak perlu khawatir. Pengelola menyediakan dua pilihan, yakni melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund).
Pengajuan dapat dilakukan dengan mengisi formulir khusus yang disampaikan melalui administrator aplikasi pemesanan daring TNBTS.
Penutupan total ini dilakukan hingga kondisi kawasan dinilai aman bagi wisatawan dan aktivitas pemadaman tidak lagi terganggu oleh kegiatan kunjungan.
(FIKRI)
