RAGAM BAHASA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, terus meluas. tercatat sebanyak 72 lokasi terdampak dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 415,51 hektare.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya frekuensi kemunculan titik api di sejumlah wilayah Kubar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat kebakaran kini muncul hampir setiap hari sejak memasuki Agustus.

Sekretaris BPBD Kabupaten Kutai Barat, Christian Gamas, mengatakan peningkatan aktivitas karhutla membuat tim gabungan harus meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan di lapangan.

“Frekuensi kejadian karhutla mengalami peningkatan cukup signifikan. Tim terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke kawasan permukiman maupun wilayah lainnya,” ujar Christian.

Berdasarkan data BPBD Kubar, intensitas penanganan karhutla meningkat tajam sepanjang Agustus. Hingga pertengahan bulan, ratusan penugasan pemadaman telah dilakukan di berbagai lokasi.

Christian menjelaskan, sejumlah wilayah menjadi perhatian karena kondisi medan dan akses menuju titik api cukup sulit. Salah satunya Kecamatan Damai yang memiliki lokasi kebakaran dengan akses menuju sumber api terbatas.

Selain kendala medan, kondisi sumber air yang mulai terbatas akibat kekeringan juga menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman. Sebelumnya, BPBD Kubar menyebut karhutla telah muncul hampir setiap hari sejak awal Agustus.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas pembukaan lahan. Penggunaan api untuk membersihkan lahan diminta dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

(FIKRI)