RAGAM BAHASA – Suasana Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai dipadati ratusan muktamirin dari berbagai daerah menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (27/8/2026).
Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi ajang penting bagi Nahdlatul Ulama untuk membahas sejumlah agenda strategis, sekaligus menentukan berbagai keputusan yang akan menjadi arah perjalanan organisasi dan kepemimpinan NU pada masa mendatang.
Panitia pelaksana menerapkan sistem registrasi berbasis teknologi guna memastikan seluruh tahapan keikutsertaan peserta dapat dipantau dan diverifikasi dengan baik.
Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan penggunaan sistem tersebut dilakukan untuk menjaga proses pelaksanaan muktamar agar berjalan tertib, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, data peserta telah tercatat sejak proses pendaftaran dan terus dipantau hingga kegiatan berlangsung. Dengan mekanisme tersebut, panitia dapat mengetahui secara jelas peserta yang telah memenuhi ketentuan resmi untuk mengikuti muktamar.
“Jadi tidak ada yang bisa main-main. Setiap pendaftaran, kegiatan sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat kita juga sudah tahu nama-nama peserta yang sudah ditetapkan secara resmi,” ujar Mohammad Nuh di Jombang, Rabu (26/8/2026).
Tak hanya menyiapkan sistem registrasi dan verifikasi, panitia juga membuka pusat layanan untuk menangani berbagai kebutuhan maupun persoalan yang mungkin dihadapi peserta selama rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung.
Dalam forum tersebut, panitia telah menetapkan sebanyak 557 peserta sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah itu berasal dari 590 data kepengurusan yang sebelumnya masuk dalam proses pendataan dan verifikasi.
“DPT sudah ditetapkan, sebanyak 557. Total datanya 590, jadi sekitar 97 persen yang memenuhi syarat dan memiliki hak suara,” kata Nuh.
Peserta yang tercantum dalam DPT dipastikan telah melewati pemeriksaan persyaratan administrasi sesuai ketentuan organisasi. Sementara itu, peserta yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih tetap masih dapat mengikuti kegiatan dengan status sebagai peninjau.
Muktamar kali ini juga akan dihadiri perwakilan NU dari luar Indonesia. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) dari sejumlah negara dijadwalkan datang langsung ke Jombang untuk mengikuti forum tersebut.
Panitia menegaskan seluruh rangkaian persidangan akan dilaksanakan secara langsung di lokasi. Mekanisme pertemuan hybrid maupun pemungutan suara secara daring tidak diterapkan dalam Muktamar ke-35 NU.
Berkumpulnya muktamirin dari berbagai wilayah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas diharapkan menjadi ruang konsolidasi besar bagi warga Nahdlatul Ulama. Selama muktamar berlangsung, peserta akan mengikuti sejumlah persidangan untuk membahas, merumuskan, hingga menetapkan berbagai keputusan penting organisasi, termasuk agenda yang berkaitan dengan kepemimpinan NU ke depan.
(Egol)
