SUKABUMI – Sebanyak 149 relawan dari 45 komunitas dan lembaga mengikuti apel kesiapsiagaan bencana dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Oktober 2026 di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi serta menyamakan visi dan persepsi antar relawan dalam penanganan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat.
Wakil Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Andri Kurniawan yang akrab disapa Abah Zein, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman di antara komunitas relawan mengenai konsep penanggulangan bencana.
“Tujuan kegiatan kali ini adalah menyamakan visi, misi, dan persepsi bersama kawan-kawan relawan yang ada di Kabupaten Sukabumi tentang konsep penanganan bencana, mulai dari mitigasi sampai tanggap darurat,” ujar Abah Zein.
Pendiri sekaligus Ketua Relawan Sehati Gerak Bersama itu menjelaskan, terdapat sejumlah potensi bencana yang perlu menjadi perhatian serius di Kabupaten Sukabumi. Di antaranya ancaman gempa bumi serta bencana hidrometeorologi yang berpotensi meningkat seiring memasuki musim hujan pada November hingga Desember.

Menurutnya, peningkatan curah hujan berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah di sejumlah wilayah. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antar relawan menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana.
“Yang pertama, ancaman gempa bumi. Kemudian, memasuki November sampai Desember, kita akan menghadapi peningkatan curah hujan. Seperti yang sering terjadi, sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi berpotensi terdampak banjir, tanah longsor, maupun pergerakan tanah,” jelasnya.
Abah Zein menambahkan, apel kesiapsiagaan tersebut juga ditujukan untuk memetakan potensi dan kemampuan setiap komunitas relawan agar dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan ketika terjadi bencana.
“Targetnya, tentu kami ingin memetakan semua potensi relawan supaya mampu merespons berbagai insiden atau kejadian kebencanaan yang ada di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, kemampuan dan spesialisasi setiap relawan dapat teridentifikasi dengan baik. Dengan begitu, koordinasi dalam penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Keterlibatan 149 relawan dari 45 komunitas dan lembaga ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas komunitas serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Sukabumi.
